Kendari — Universitas Muhammadiyah Kendari (Unismuh Kendari), khususnya di Kampus Kambu yang berlokasi di Jalan Soekarno-Hatta, Kendari, resmi meluncurkan Program Pembelajaran Hybrid Terpadu (PPHT) pada Selasa, 01 April 2026. Inisiatif akademik ini dirancang untuk mengoptimalkan pengalaman belajar mahasiswa dengan menggabungkan metode pembelajaran tatap muka dan berbasis teknologi digital secara sinergis.
Peluncuran program ini menjadi momentum penting bagi institusi pendidikan swasta terkemuka di Sulawesi Tenggara untuk beradaptasi dengan tuntutan era digital dan meningkatkan relevansi kurikulum terhadap kebutuhan dunia kerja modern. Program yang melibatkan seluruh elemen civitas akademika ini akan dimulai secara bertahap sejak semester genap tahun akademik 2025/2026.
Latar Belakang Peluncuran Program
Keputusan Universitas Muhammadiyah Kendari untuk meluncurkan PPHT didorong oleh evaluasi mendalam terhadap efektivitas proses pembelajaran selama tiga tahun terakhir. Menurut data internal kampus, tingkat kepuasan mahasiswa terhadap metode pembelajaran konvensional mencapai 72 persen, sementara retensi materi pembelajaran hanya berkisar 65 persen. Kondisi ini memotivasi pimpinan kampus untuk mengembangkan strategi pembelajaran inovatif yang lebih responsif.
“Kami melihat bahwa generasi mahasiswa saat ini memiliki karakteristik belajar yang berbeda dengan masa-masa sebelumnya. Mereka lebih adaptif terhadap teknologi, tetapi juga membutuhkan interaksi langsung untuk mengembangkan soft skills yang esensial,” ujar Dr. Ir. Muhammad Hasan, S.T., M.T., Rektor Universitas Muhammadiyah Kendari, dalam konferensi pers peluncuran program di Aula Utama Kampus Kambu.
Lebih lanjut, Rektor Hasan menjelaskan bahwa program ini juga merupakan respons terhadap tantangan global dalam pendidikan tinggi. Pandemi Covid-19 yang lalu telah memberikan pembelajaran berharga tentang pentingnya fleksibilitas sistem pembelajaran. “Kami tidak ingin kembali ke sistem full tatap muka atau full daring. Kami memilih jalan tengah yang menguntungkan semua pihak,” tambahnya.
Komponen dan Fitur Utama PPHT
Program Pembelajaran Hybrid Terpadu Unismuh Kendari dirancang dengan mempertimbangkan keunikan setiap program studi dan kebutuhan spesifik mahasiswa. Sistem ini menggabungkan pembelajaran synchronous (real-time) dan asynchronous (waktu fleksibel) dalam satu ekosistem yang terintegrasi.
Fitur utama PPHT mencakup pembelajaran kelas virtual interaktif menggunakan platform Learning Management System (LMS) berbasis cloud yang telah diupgrade, perpustakaan digital yang berisi lebih dari 50 ribu e-book dan jurnal ilmiah terakses, sesi diskusi online terjadwal dengan dosen pembimbing, serta kegiatan praktikum dan laboratorium yang tetap dilaksanakan secara tatap muka dengan protokol kesehatan yang ketat.
“Kami juga mengintegrasikan artificial intelligence untuk memberikan rekomendasi pembelajaran yang dipersonalisasi bagi setiap mahasiswa. Sistem akan menganalisis kecepatan belajar, gaya belajar, dan area yang memerlukan penguatan khusus,” jelas Dra. Siti Nurhaliza, M.Pd., Wakil Rektor Bidang Akademik Unismuh Kendari.
Infrastruktur pendukung telah disiapkan secara komprehensif. Kampus Kambu telah melakukan upgrade server dengan kapasitas 500 Gbps untuk mendukung kebutuhan bandwidth pembelajaran digital. Selain itu, 15 ruang kelas pintar (smart classroom) dilengkapi dengan perangkat multimedia berkualitas tinggi, proyektor interaktif, dan sistem audio visual terkini.
Pelatihan dan Adaptasi Dosen
Keberhasilan implementasi PPHT sangat bergantung pada kesiapan dosen sebagai fasilitator pembelajaran. Untuk itu, Universitas Muhammadiyah Kendari telah menyelenggarakan serangkaian workshop dan pelatihan intensif sejak bulan Januari 2026. Total 287 dosen tetap dan 156 dosen tidak tetap di seluruh program studi telah mengikuti program pelatihan yang dirancang khusus.
“Pelatihan kami mencakup tiga modul utama: penggunaan teknologi pembelajaran, desain kurikulum hybrid, dan strategi engagement mahasiswa dalam pembelajaran online,” ungkap Prof. Dr. Bambang Sutrisno, M.Si., Kepala Pusat Pengembangan Pembelajaran Unismuh Kendari.
Prof. Bambang menambahkan bahwa pendampingan berkelanjutan juga disediakan. “Kami memiliki tim technical support yang siap 24 jam membantu dosen dan mahasiswa mengatasi kendala teknis. Kami juga melakukan focus group discussion setiap bulan untuk terus meningkatkan kualitas implementasi,” jelasnya.
Salah satu dosen Program Studi Teknik Informatika, Agus Prasetyo, S.Kom., M.Sc., berbagi pengalamannya mengikuti pelatihan. “Awalnya saya sedikit khawatir dengan perubahan ini. Namun setelah mengikuti pelatihan, saya melihat potensi luar biasa dalam hybrid learning. Saya bisa memberikan lebih banyak waktu untuk konsultasi personal dengan mahasiswa karena beberapa materi teori bisa disampaikan secara asynchronous,” katanya dengan antusias.
Respons Mahasiswa dan Stakeholder
Peluncuran PPHT mendapatkan sambutan positif dari kalangan mahasiswa. Survei awal yang dilakukan terhadap 500 mahasiswa menunjukkan 81 persen menyatakan dukungan terhadap program ini. Mahasiswa menghargai fleksibilitas yang ditawarkan, terutama bagi mereka yang memiliki kewajiban bekerja sambil belajar.
Azizah Rahmawati, mahasiswa tingkat ketiga Program Studi Manajemen, mengungkapkan harapannya. “Saya bekerja part-time di sebuah perusahaan. Dengan sistem hybrid ini, saya bisa mengikuti kuliah teori online malam hari, dan hadir untuk praktik dan diskusi di kampus. Ini sangat membantu saya menyeimbangkan pendidikan dan pekerjaan,” ujarnya.
Sementara itu, Dewan Orang Tua Mahasiswa (DOMM) Unismuh Kendari melalui ketuanya, Hendra Wijaya, memberikan apresiasi atas inisiatif ini. “Kami percaya bahwa program ini akan meningkatkan kualitas lulusan kami. Dengan metode pembelajaran yang lebih modern dan fleksibel, mahasiswa akan lebih siap menghadapi tantangan industri 4.0,” ujarnya dalam acara peluncuran.
Dukungan juga datang dari sektor industri dan alumni. Beberapa perusahaan besar yang merekrut lulusan Unismuh Kendari menyatakan apresiasi terhadap upaya kampus untuk meningkatkan kompetensi lulusan melalui pembelajaran yang lebih relevan dengan kebutuhan praktis dunia kerja.
Inovasi Kurikulum dan Sertifikasi
Sebagai bagian integral dari PPHT, Unismuh Kendari juga melakukan penyesuaian kurikulum pada seluruh program studi. Setiap mata kuliah dievaluasi untuk memastikan relevansinya dengan kebutuhan industri terkini dan mengintegrasikan kompetensi digital sebagai kompetensi transversal yang harus dimiliki semua mahasiswa.
“Kami juga bermitra dengan lembaga sertifikasi internasional untuk memberikan kesempatan kepada mahasiswa memperoleh sertifikat profesional yang diakui industri,” jelaskan Dr. Hadi Sutrisno, M.B.A., Kepala Program Studi Administrasi Bisnis.
Program ini mencakup sertifikasi di bidang cloud computing, data analysis, digital marketing, project management, dan berbagai kompetensi lainnya sesuai dengan kebutuhan masing-masing program studi. Kampus telah mengalokasikan dana khusus untuk memfasilitasi mahasiswa yang ingin mengikuti program sertifikasi ini.
Tantangan dan Komitmen Berkelanjutan
Meskipun peluncuran program mendapat sambutan positif, pimpinan kampus mengakui adanya tantangan dalam implementasinya. Salah satu tantangan utama adalah memastikan aksesibilitas teknologi bagi semua mahasiswa. Tidak semua mahasiswa memiliki perangkat dan koneksi internet yang memadai.
Untuk mengatasi hal ini, Unismuh Kendari menyediakan program beasiswa teknologi dan ruang pembelajaran bersama (learning commons) yang dapat diakses mahasiswa secara gratis. “Kami telah menyiapkan 50 unit laptop dan 20 tablet untuk dipinjamkan kepada mahasiswa yang membutuhkan. Selain itu, Kampus Kambu menyediakan Wi-Fi berkualitas tinggi di seluruh area kampus,” jelas Ir. Suprapto, M.M., Kepala Bagian Sarana dan Prasarana.
Harapan dan Visi Ke Depan
Dr. Muhammad Hasan menutup konferensi pers dengan menyatakan visinya untuk pengembangan pendidikan di Unismuh Kendari ke depan. “PPHT adalah langkah pertama kami menuju transformasi digital pendidikan. Dalam lima tahun ke depan, kami ingin menjadi universitas pilihan utama di Sulawesi Tenggara yang mampu menghasilkan lulusan berkompeten dan berdaya saing global,” ujarnya dengan penuh keyakinan.
Rektor Hasan juga menekankan komitmen universitas terhadap prinsip-prinsip Muhammadiyah dalam pendidikan. “Inovasi teknologi harus tetap sejalan dengan nilai-nilai moral dan spiritual. Kami memastikan bahwa program pembelajaran ini juga mengembangkan karakter dan etika mahasiswa sebagai bagian dari visi Muhammadiyah untuk menghasilkan insan akademis yang berakhlak mulia,” pungkasnya.
Kesimpulan
Peluncuran Program Pembelajaran Hybrid Terpadu di Universitas Muhammadiyah Kendari Kampus Kambu merupakan langkah signifikan dalam modernisasi sistem pendidikan tinggi di wilayah Sulawesi Tenggara. Dengan menggabungkan keunggulan pembelajaran tatap muka dan berbasis teknologi, program ini diharapkan dapat meningkatkan kualitas akademik, relevansi kurikulum, dan kesiapan lulusan menghadapi tantangan dunia kerja modern.
Komitmen yang kuat dari pimpinan kampus, dukungan dari dosen, antusiasme mahasiswa, dan apresiasi stakeholder eksternal memberikan fondasi yang solid bagi kesuksesan program ini. Ke depan, Universitas Muhammadiyah Kendari akan terus melakukan evaluasi dan penyempurnaan untuk memastikan bahwa PPHT memberikan manfaat optimal bagi semua pihak yang terlibat dalam ekosistem pendidikan kampus. (*)