KENDARI — Universitas Muhammadiyah Kendari (Unmuh Kendari) melalui Kampus Kambu melanjutkan program pembangunan infrastruktur dan fasilitas pendidikan yang komprehensif. Investasi senilai Rp 47 miliar dialokasikan untuk mempercepat pengembangan fasilitas akademik dan penunjang di kawasan kampus yang terletak di Kelurahan Kambu, Kecamatan Kendari Barat, Kota Kendari. Proyek ambisius ini menjadi bagian dari strategi jangka panjang universitas dalam meningkatkan standar kualitas pendidikan dan kesejahteraan civitas akademika.
Berdasarkan rencana pembangunan yang telah disusun tim manajemen universitas, proyek ini akan mencakup berbagai aspek infrastruktur mulai dari pembangunan gedung laboratorium modern, perpustakaan terpadu, fasilitas olahraga berkualitas internasional, hingga peningkatan utilitas umum kampus. Tahapan pertama yang dimulai sejak Januari 2026 telah menunjukkan progres signifikan, dengan beberapa blok konstruksi sudah mencapai 40 persen penyelesaian pada awal April ini.
Kepala Kampus Kambu Unmuh Kendari, Dr. Ir. Hamzah Umar, M.T., mengungkapkan bahwa pembangunan ini merupakan komitmen nyata universitas terhadap peningkatan kualitas pembelajaran dan pengalaman mahasiswa. “Kami memahami bahwa fasilitas yang memadai dan modern adalah kunci untuk menciptakan ekosistem akademik yang kondusif. Investasi besar ini bukan sekadar angka nominal, tetapi merupakan wujud komitmen kami untuk memberikan yang terbaik bagi generasi muda Sulawesi Tenggara,” ujar Dr. Hamzah dalam wawancara eksklusif pada Selasa, 8 April 2026 di ruang kerjanya.
Dijelaskan lebih lanjut, proyek pembangunan yang berlangsung hingga akhir 2027 ini mencakup empat komponen utama. Pertama, konstruksi Gedung Laboratorium Terpadu Teknik dan Sains seluas 8.500 meter persegi yang akan menampung laboratorium fisika, kimia, biologi, dan elektronika dengan peralatan laboratorium terkini. Kedua, pembangunan Perpustakaan Digital Bertingkat lima dengan kapasitas penampung 250.000 judul buku dan area belajar fleksibel untuk 3.000 pengguna simultan.
Komponen ketiga adalah Pusat Olahraga dan Rekreasi yang meliputi kompleks indoor gymnasium berstandar nasional, lapangan basket, badminton, dan fasilitas kolam renang olimpik. Terakhir, peningkatan dan renovasi jaringan utilitas kampus termasuk sistem penyediaan air bersih berkapasitas 500 liter per detik, pembangkit listrik solar panel kapasitas 500 kilowatt, dan sistem manajemen limbah yang ramah lingkungan.
“Kami juga tidak melupakan aspek keberlanjutan lingkungan dalam setiap perencanaan. Oleh sebab itu, penggunaan energi terbarukan dan sistem pengelolaan air yang modern menjadi prioritas dalam desain fasilitas-fasilitas baru ini,” tambah Dr. Hamzah dengan nada yang menekankan keseriusan komitmen lingkungan universitas.
Proyek infrastruktur ini melibatkan kerja sama dengan beberapa kontraktor profesional nasional yang berpengalaman di bidang konstruksi pendidikan. PT Satrio Konstruksi Indonesia ditunjuk sebagai kontraktor utama untuk Gedung Laboratorium, sementara PT Bangun Karya Bersama menangani pembangunan perpustakaan. Untuk fasilitas olahraga, dipercayakan kepada PT Insan Bangunan Modern yang telah memiliki track record yang kredibel dalam proyek serupa di berbagai universitas besar Indonesia.
Direktur Pengembangan Infrastruktur dan Fasilitas Unmuh Kendari, Ir. Siti Nurhaliza, S.T., M.M., menjelaskan detail timeline dan milestone yang telah ditetapkan. Menurut Siti, fase pertama yang dimulai pada Januari 2026 difokuskan pada penyelesaian struktur utama dan instalasi dasar untuk semua empat komponen proyek. “Target kami, pada akhir kuartal kedua tahun ini, semua pekerjaan struktur harus telah 70 persen selesai. Ini adalah target ambisius, namun dengan koordinasi yang ketat dan monitoring harian, kami yakin dapat mencapainya,” ujar Siti dalam diskusi teknis yang diadakan pada 7 April 2026.
Fase kedua, yang dijadwalkan berlangsung pada periode Juli hingga Desember 2026, akan fokus pada pengerjaan finishing dan instalasi sistem utilitas kompleks. Pemasangan peralatan laboratorium, perabotan perpustakaan, sistem manajemen bangunan cerdas, dan infrastruktur pendukung lainnya akan dilakukan pada tahap ini. Sementara itu, fase final yang dimulai Januari 2027 hingga November 2027 akan mencakup pengujian sistem, quality control final, pelatihan operator, dan persiapan operasional lengkap sebelum peresmian resmi.
Dari perspektif dampak akademik, Dekan Fakultas Teknik Unmuh Kendari, Dr. Ir. Budi Santoso, Ph.D., menyampaikan optimisme tinggi bahwa fasilitas baru ini akan secara substansial meningkatkan kualitas lulusan program studi di bawah bimbingannya. “Laboratorium modern yang akan kami punya nanti akan memungkinkan mahasiswa melakukan eksperimen dengan standar industri 4.0. Ini berarti lulusan kami akan lebih siap berkompetisi di pasar kerja global,” tutur Dr. Budi dalam kesempatan berbeda.
Aspek finansial dari proyek ini mendapat dukungan penuh dari berbagai sumber pembiayaan. Universitas mengalokasikan 60 persen dari dana operasional jangka panjangnya, yaitu sekitar Rp 28 miliar. Sementara 40 persen sisanya, atau Rp 19 miliar, berasal dari program beasiswa dan subsidi pendidikan yang diarahkan ulang serta kontribusi dari alumni dan mitra industri. “Kami berhasil mengurus pendanaan tanpa mengorbankan alokasi untuk program akademik dan kesejahteraan pegawai. Ini adalah buah dari perencanaan keuangan yang matang selama bertahun-tahun,” jelas Rektor Unmuh Kendari, Prof. Dr. H. Muhaimin, M.Si., dalam rapat koordinasi yang dihadiri pers kampus.
Respons dari mahasiswa terhadap proyek pembangunan ini sangat positif. Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa Kampus Kambu, Muhammad Rizki Pratama, mahasiswa angkatan 2024 dari Prodi Teknik Informatika, mengatakan bahwa fasilitas baru akan memberikan pengalaman belajar yang jauh lebih baik. “Sebagai mahasiswa teknik, saya sangat menantikan Gedung Laboratorium Terpadu ini. Dengan peralatan yang modern dan lengkap, kami bisa melakukan praktik yang lebih mendalam dan relevan dengan kebutuhan industri,” ujar Rizki dengan antusiasme.
Sementara itu, Ketua Senat Mahasiswa, Nur Aida Rahmawati, juga mengapresiasi pembangunan Perpustakaan Digital yang akan menyediakan akses lebih mudah terhadap literatur akademik. “Era digital menuntut perpustakaan yang tidak hanya memiliki koleksi fisik, tetapi juga digital yang mudah diakses. Kami berharap sistem e-library yang akan dibangun dapat terintegrasi dengan platform pembelajaran online kami,” harapnya.
Dari sisi dampak lingkungan dan sosial, Dosen Tetap Fakultas Sains dan Teknologi, Dr. Eka Prasetya, S.T., M.T., menekankan bahwa aspek keberlanjutan dalam proyek ini harus menjadi contoh bagi institusi pendidikan lainnya. “Pembangunan berkelanjutan bukan hanya konsep teoritis. Melalui proyek ini, kami ingin menunjukkan bahwa pengembangan infrastruktur fisik dapat berjalan selaras dengan tanggung jawab lingkungan. Penggunaan energi terbarukan, manajemen air yang efisien, dan material ramah lingkungan harus menjadi standar baru,” terang Dr. Eka.
Dampak positif juga diharapkan pada ekonomi lokal Kota Kendari. Selama masa konstruksi yang diperkirakan berlangsung hingga November 2027, proyek ini akan menyerap tenaga kerja lokal sebanyak 500-600 orang per fase, baik sebagai pekerja konstruksi maupun tenaga pendukung. Selain itu, procurement kebutuhan konstruksi dari supplier lokal diperkirakan mencapai nilai Rp 12 miliar, yang akan memberikan stimulus ekonomi bagi usaha kecil dan menengah di Kendari.
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Kendari, Drs. Yusup Suryanto, M.Pd., memuji inisiatif Universitas Muhammadiyah Kendari ini sebagai bagian dari upaya peningkatan kualitas pendidikan tinggi di kota. “Investasi besar dalam infrastruktur pendidikan adalah investasi untuk masa depan Kendari. Kami berharap dengan fasilitas yang lebih baik, Unmuh Kendari dapat terus menjadi motor penggerak pendidikan di Sulawesi Tenggara,” ujarnya.
Untuk memastikan kelancaran proyek, universitas telah membentuk Unit Manajemen Proyek (UMP) khusus yang dipimpin oleh seorang project manager berpengalaman. Monitoring dan evaluasi dilakukan secara berkala setiap minggu untuk memastikan seluruh pekerjaan berjalan sesuai jadwal dan standar kualitas yang telah ditetapkan. Transparansi finansial dan progres fisik juga menjadi komitmen universitas dengan rutin menyampaikan laporan kepada stakeholder internal dan eksternal.
Memasuki fase intensif konstruksi di bulan April dan seterusnya, universitas juga berkomitmen untuk meminimalkan gangguan aktivitas akademik yang sedang berjalan. Pembangunan dilakukan di zona-zona yang strategis terpisah dari area pembelajaran utama, dan dilakukan dengan jam kerja yang tidak mengganggu jam kuliah. “Kami menyadari bahwa konstruksi harus berjalan, namun proses pembelajaran harus tetap menjadi prioritas utama. Oleh karena itu, manajemen proyek kami rancang sedemikian rupa untuk meminimalkan dampak negatif terhadap aktivitas akademik,” jelas Ir. Siti Nurhaliza.
Dengan proyek pembangunan infrastruktur senilai Rp 47 miliar ini, Universitas Muhammadiyah Kendari khususnya Kampus Kambu, berusaha mewujudkan visinya untuk menjadi universitas pilihan utama di kawasan Sulawesi Tenggara. Fasilitas-fasilitas modern yang akan dihadirkan diharapkan tidak hanya meningkatkan kualitas akademik, tetapi juga menciptakan lingkungan belajar yang nyaman dan inspiratif bagi seluruh civitas akademika. Dengan dukungan penuh dari berbagai pihak dan komitmen yang kuat dari manajemen, keberhasilan proyek ini tampak semakin terbuka lebar.
Sebagai penutup, dapat dinyatakan bahwa pembangunan infrastruktur kampus yang sedang berlangsung di Kampus Kambu Universitas Muhammadiyah Kendari merupakan wujud nyata dari komitmen institusi untuk terus berkembang dan memberikan kontribusi signifikan terhadap pendidikan tinggi di Indonesia, khususnya di wilayah timur. Momentum positif ini diharapkan akan terus berkelanjutan dan menjadi inspirasi bagi institusi pendidikan lainnya dalam mengembangkan fasilitas yang berkualitas dan berkelanjutan.
—
[Penulis: Tim Jurnalistik Kampus Unmuh Kendari | Kendari, 9 April 2026]