Kendari — Universitas Muhammadiyah Kendari Kampus Kambu menghadirkan momentum seni dan olahraga yang meriah dengan menyelenggarakan Festival Olahraga dan Seni Budaya 2026. Acara yang berlangsung selama dua minggu penuh ini menjadi wadah bagi mahasiswa untuk menampilkan potensi dan prestasi di berbagai cabang olahraga dan aktivitas seni budaya.
Kegiatan yang dimulai sejak akhir Maret ini melibatkan seluruh program studi yang tersebar di Kampus Kambu, mulai dari Fakultas Teknik, Fakultas Pendidikan dan Ilmu Pendidikan, Fakultas Ekonomi dan Bisnis, hingga Fakultas Ilmu Kesehatan. Dengan peserta lebih dari 3.500 mahasiswa, festival ini menciptakan energi positif dan semangat persaingan yang sehat di lingkungan kampus.
Ragam Cabang Olahraga dan Seni Memeriahkan Festival
Panitia penyelenggara menyiapkan berbagai cabang olahraga tradisional dan modern untuk memberikan kesempatan yang luas bagi mahasiswa berprestasi. Cabang olahraga yang dilombakan mencakup sepak bola, voli, bulu tangkis, tenis meja, catur, badminton, serta cabang olahraga tradisional Sulawesi Tenggara seperti taekwondo dan pencak silat.
Selain kompetisi olahraga, festival ini juga menampilkan pertunjukan seni budaya yang beragam. Mahasiswa dapat mengikuti lomba seni tari tradisional dan modern, pertunjukan teater, lomba menyanyi solo dan grup, pentas musik, hingga pameran karya seni rupa dan desain grafis. Setiap program studi membentuk delegasi khusus untuk mempersiapkan pertunjukan yang memukau.
“Kami percaya bahwa pengembangan mahasiswa tidak hanya terbatas pada aspek akademik semata,” ujar Dr. Ir. Sukardi, M.Si., Rektor Universitas Muhammadiyah Kendari, dalam sambutan pembukaan acara pada Jumat (31 Maret 2026) pukul 09.00 WITA di lapangan terbuka Kampus Kambu. “Festival ini adalah manifestasi komitmen kampus kami terhadap pengembangan karakter, jiwa kepemimpinan, dan kreativitas mahasiswa yang menjadi fokus utama kurikulum kami.”
Upacara pembukaan festival dihadiri oleh segenap pimpinan universitas, dekan fakultas, wakil rektor bidang akademik, serta ribuan mahasiswa yang memenuhi lapangan olahraga utama. Protokol acara berjalan khidmat dengan menampilkan baris-berbaris unit mahasiswa berbasis minat bakat, pembacaan teks Proklamasi, dan parade peserta dari berbagai fakultas yang berlangsung spektakuler.
Persiapan Intensif Melalui Seleksi Internal
Sebelum mengikuti festival tingkat universitas, setiap program studi telah mengadakan seleksi internal untuk menentukan peserta terbaik mereka. Dari Fakultas Teknik, Tim Sepak Bola Universitas Muhammadiyah Kendari telah melakukan latihan rutin di bawah bimbingan pelatih profesional sejak dua bulan sebelumnya.
Hendra Wijaya, Ketua Tim Olahraga Kampus Kambu, menjelaskan bahwa persiapan festival kali ini lebih intensif dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. “Kami melibatkan atlet-atlet berpengalaman dari berbagai kelas angkatan. Target kami adalah meraih prestasi maksimal dan tentunya membangun sportivitas tinggi di antara peserta,” kata Hendra yang merupakan mahasiswa semester enam Teknik Mesin.
Sementara itu, dari aspek seni budaya, Koordinator Divisi Seni Universitas Muhammadiyah Kendari, Siti Nurhaliza, S.Sn., M.Sn., mengungkapkan bahwa setiap kelompok seni telah mempersiapkan pertunjukan mereka dengan matang. “Kami memberikan platform kepada mahasiswa untuk mengeksplorasi bakat mereka. Beberapa pertunjukan menampilkan kolaborasi antara berbagai jurusan, yang mencerminkan nilai integrasi lintas disiplin ilmu yang kami promosikan,” jelasnya dalam wawancara dengan media kampus pada hari pembukaan.
Dukungan Penuh dari Civitas Akademika
Kepala Bagian Kemahasiswaan dan Alumni, Drs. Muhammad Hasan, M.Pd., menekankan bahwa festival ini mendapat dukungan penuh dari seluruh jajaran universitas. Dana yang dialokasikan khusus untuk penyelenggaraan festival mencapai ratusan juta rupiah, termasuk untuk penyediaan fasilitas, hadiah, dan akomodasi bagi peserta.
“Universitas Muhammadiyah Kendari memandang kegiatan ekstrakurikuler dan pengembangan soft skills melalui olahraga dan seni budaya sebagai investasi dalam pembentukan alumni yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga matang secara emosional dan sosial,” ungkap Muhammad Hasan dengan antusiasme.
Lebih lanjut, pihak universitas juga menyiapkan sistem penjurian yang profesional. Panel penilai dihadirkan dari berbagai institusi eksternal, termasuk dari Pemerintah Daerah Kendari, Komunitas Seni Lokal, serta Pelatih Olahraga Bersertifikat Nasional, untuk memastikan objektifitas dan kredibilitas penilaian.
Dampak Positif terhadap Pengembangan Mahasiswa
Kepala Pusat Pengembangan Karakter dan Kepemimpinan Kampus, Dr. Anita Kusuma Putri, S.Psi., M.Psi., menganalisis bahwa kegiatan festival semacam ini memiliki dampak signifikan terhadap perkembangan psikologis dan sosial mahasiswa. “Melalui kompetisi olahraga dan pertunjukan seni, mahasiswa belajar mengelola emosi, bekerja sama dalam tim, dan menghargai perbedaan. Nilai-nilai ini tidak akan diperoleh hanya melalui pembelajaran di dalam kelas,” kata Dr. Anita dalam diskusi panel yang diselenggarakan pada tanggal pembukaan.
Testimoni dari beberapa peserta menunjukkan antusiasme tinggi terhadap keikutsertaan mereka. Rini Sastrowardoyo, mahasiswa Fakultas Pendidikan dan Ilmu Pendidikan yang mengikuti lomba tari tradisional, menyatakan bahwa festival ini memberinya kesempatan untuk menampilkan kreativitas dan dedikasi. “Kami telah berlatih selama berbulan-bulan untuk menciptakan koreografi yang menggabungkan tari tradisional Sulawesi Tenggara dengan sentuhan modern. Ini adalah cara kami mengapresiasi warisan budaya lokal sambil tetap relevan dengan zaman,” ujarnya dengan penuh percaya diri.
Sementara itu, Budi Santoso, atlet dari Tim Voli Putra Universitas Muhammadiyah Kendari, mengungkapkan bahwa partisipasi dalam festival memberikan motivasi tambahan untuk meningkatkan performa. “Kompetisi ini tidak hanya tentang menang atau kalah. Kami melihatnya sebagai kesempatan untuk menunjukkan bahwa mahasiswa Universitas Muhammadiyah Kendari memiliki standar kualitas yang tinggi, baik dalam hal atletis maupun karakter,” tuturnya dengan penuh semangat.
Fasilitas dan Lokasi Kompetisi
Festival diselenggarakan di beberapa lokasi strategis di Kampus Kambu. Pertandingan olahraga dilaksanakan di Kompleks Olahraga Universitas yang dilengkapi dengan lapangan sepak bola standar internasional, lapangan voli, badminton court, dan fasilitas penunjang lainnya. Sementara untuk acara seni budaya, pertunjukan dilakukan di Auditorium Utama Kampus Kambu yang berkapasitas 2.000 penonton dan dirancang dengan akustik modern.
Panitia penyelenggara juga menyediakan area pendukung berupa kantin, area istirahat, dan fasilitas medis untuk memastikan kenyamanan peserta dan penonton. “Kami ingin menciptakan atmosfer yang profesional namun tetap ramah dan mendukung bagi semua pihak yang terlibat,” jelas Ketua Panitia Festival, Drs. Arif Setiawan, M.M., dalam briefing teknis.
Jadwal dan Mekanisme Penilaian
Festival berlangsung selama dua minggu penuh dengan jadwal yang terstruktur. Minggu pertama difokuskan pada berbagai cabang olahraga, sementara minggu kedua menampilkan pertunjukan seni budaya secara bersamaan dan terkoordinasi. Mekanisme penilaian untuk cabang olahraga menggunakan sistem pertandingan turnamen, sementara untuk seni budaya menggunakan sistem penilaian berdasarkan kriteria estetika, originalitas, teknik, dan penampilan panggung.
“Kami memiliki rubrik penilaian yang jelas dan transparan. Setiap peserta dapat mengetahui kriteria apa saja yang akan dinilai sehingga persiapan mereka lebih terarah,” ungkap Siti Nurhaliza, selaku Koordinator Divisi Seni.
Penutup: Harapan dan Prospek Ke Depan
Festival Olahraga dan Seni Budaya 2026 yang diselenggarakan oleh Universitas Muhammadiyah Kendari Kampus Kambu mencerminkan komitmen institusi terhadap pengembangan holistik mahasiswa. Lebih dari sekadar kompetisi, kegiatan ini adalah wadah untuk membangun komunitas yang sehat, kreatif, dan saling menghargai.
Rektor Sukardi menyatakan bahwa kesuksesan festival ini akan menjadi fondasi untuk penyelenggaraan acara sejenis yang lebih besar di masa depan. “Kami aspirasional untuk menjadikan festival ini sebagai ajang bergengsi tingkat regional, bahkan nasional. Dengan dukungan semua pihak dan semangat mahasiswa yang luar biasa, kami yakin hal ini dapat diwujudkan,” ujarnya penuh harapan.
Bagi mahasiswa Universitas Muhammadiyah Kendari, festival ini bukan hanya tentang meraih medali atau trofi, tetapi tentang membuktikan bahwa mereka adalah generasi yang seimbang antara intelektualitas, kreativitas, dan karakter mulia. Itulah yang sejatinya diharapkan dari pendidikan tinggi Indonesia di era modern ini.
Dengan ditutupnya acara pembukaan festival pada akhir sesi, ribuan mahasiswa bersiap untuk menampilkan yang terbaik dari diri mereka. Lapangan Kampus Kambu pun kembali ramai dengan suara sorak-sorai, teriakan semangat, dan energi positif yang akan terus bergema hingga akhir Mei 2026.
—
Catatan Redaksi: Artikel ini merupakan liputan jurnalistik atas penyelenggaraan Festival Olahraga dan Seni Budaya 2026 di Universitas Muhammadiyah Kendari Kampus Kambu. Semua sumber, kutipan, dan informasi didasarkan pada data yang dikumpulkan dari panitia penyelenggara dan civitas akademika terkait.