KENDARI – Universitas Muhammadiyah Kendari (Unmuh Kendari), khususnya Kampus Kambu yang berlokasi di Jalan Sultan Muhammad Saleh, Kendari, terus mengembangkan ekosistem pendidikan yang relevan dengan kebutuhan industri. Komitmen ini terwujud melalui serangkaian penandatanganan memorandum of understanding (MoU) dengan berbagai perusahaan dan institusi industri terkemuka di kawasan Sulawesi Tenggara dan nasional, yang dilaksanakan pada 23 April 2026.
Kerja sama strategis ini mencakup lima perusahaan multinasional dan lokal, antara lain PT. Warta Petrosains Indonesia, PT. Sulawesi Mining Consortium, Bank Pembangunan Daerah Sulawesi Tenggara, CV. Karya Teknologi Nusantara, dan Rumah Sakit Umum Daerah Kendari. Penandatanganan berlangsung meriah di Aula Utama Kampus Kambu dengan hadirnya Rektor, para dekan, direktur utama perusahaan, dan ratusan mahasiswa.
Latar Belakang Kolaborasi Strategis
Keputusan Universitas Muhammadiyah Kendari untuk memperkuat hubungan dengan industri merupakan bagian dari strategi jangka panjang dalam meningkatkan kualitas pendidikan dan relevansi kurikulum. Dalam era globalisasi dan transformasi digital, institusi pendidikan tinggi dituntut untuk tidak hanya menghasilkan lulusan dengan pengetahuan teoritis, tetapi juga keterampilan praktis yang langsung dapat diterapkan di dunia kerja.
“Kami menyadari bahwa gap antara dunia akademik dan dunia industri masih sangat lebar. Oleh karena itu, kerjasama ini dirancang untuk menjembatani kesenjangan tersebut sehingga mahasiswa kami dapat belajar langsung dari praktisi industri,” ujar Dr. Bambang Suryanto, S.E., M.M., Rektor Universitas Muhammadiyah Kendari, dalam pidato pembukaan acara penandatanganan MoU pada Rabu pagi, 23 April 2026.
Universitas Muhammadiyah Kendari dengan total lebih dari 8.000 mahasiswa aktif memiliki tanggung jawab besar dalam mempersiapkan sumber daya manusia yang kompetitif. Kampus Kambu, sebagai pusat akademik terbesar dengan 15 program studi dari berbagai fakultas, menjadi fokus pengembangan kerjasama industri ini.
Detail Kerjasama dengan Mitra Industri
Dalam perjanjian yang ditandatangani, masing-masing perusahaan mitra telah menyetujui beberapa ketentuan penting. Pertama, penyediaan tempat magang dan pembelajaran praktis bagi mahasiswa dengan standar kompetensi yang jelas. Kedua, pembinaan mahasiswa melalui mentoring dan workshop skill yang relevan dengan industri masing-masing. Ketiga, peluang untuk rekrutmen lulusan berprestasi secara langsung oleh perusahaan.
Ir. Hendra Wijaya, Direktur Utama PT. Warta Petrosains Indonesia, yang beroperasi di sektor energi terbarukan di Kendari, mengatakan komitmennya terhadap pengembangan talenta lokal. “PT. Warta Petrosains percaya bahwa investasi pada pendidikan adalah investasi untuk masa depan. Kami akan menerima 50 mahasiswa setiap tahunnya untuk program magang enam bulan, dan akan memberikan beasiswa kepada 20 mahasiswa berprestasi dari program studi yang relevan,” jelas Wijaya dalam keterangan persnya.
Sementara itu, Direktur Operasional PT. Sulawesi Mining Consortium, Bambang Harahap, menggarisbawahi pentingnya keselarasan kurikulum dengan kebutuhan industri ekstraktif. “Kami membutuhkan engineer yang tidak hanya ahli di bidangnya tetapi juga memahami aspek sustainability dan tanggung jawab sosial lingkungan. Melalui kerjasama dengan Unmuh Kendari, kami berharap dapat memberikan input untuk pengembangan kurikulum yang lebih responsif terhadap isu-isu kontemporer,” tambah Harahap.
Bank Pembangunan Daerah Sulawesi Tenggara juga turut serta dalam ekosistem kerjasama ini, khususnya dalam pengembangan literasi finansial dan kewirausahaan digital. “Kami akan menyelenggarakan seminar gratis tentang fintech dan inklusi finansial setiap bulan di kampus. Selain itu, ada kesempatan magang di departemen digital banking dan corporate social responsibility kami,” kata Direktur SDM BPD Sulawesi Tenggara, Dra. Siti Nurhaliza, M.B.A.
Pandangan Pimpinan Kampus
Dekan Fakultas Teknik Universitas Muhammadiyah Kendari, Dr. Ir. Mohammad Rizki, S.T., M.T., mengungkapkan antusiasmenya atas penandatanganan MoU dengan PT. Warta Petrosains dan PT. Sulawesi Mining Consortium. Menurutnya, kedua perusahaan ini membuka peluang nyata bagi mahasiswa program studi Teknik Mesin, Teknik Sipil, dan Teknik Elektro.
“Secara spesifik, mahasiswa kami akan memperoleh eksposur langsung tentang aplikasi teknologi terkini dalam industri energi dan pertambangan. Mereka tidak hanya belajar teori di kelas, tetapi juga mengerti konteks praktis dari setiap konsep yang dipelajari. Ini akan meningkatkan daya saing alumni kami secara signifikan,” terang Dekan Rizki dengan antusias.
Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Prof. Dr. Sulistiyanto, M.Ec., juga turut memberikan pernyataan positif mengenai kerja sama dengan institusi keuangan dan perusahaan teknologi. “Program studi Manajemen, Akuntansi, dan Ekonomi Pembangunan kami sangat membutuhkan mitra industri untuk memberikan case study dan best practice terkini. Kerjasama ini memungkinkan mahasiswa kami untuk belajar langsung dari praktisi dan bahkan bisa berkontribusi dalam proyek-proyek nyata perusahaan,” katanya.
Direktur Kampus Kambu, Ir. Sarjito, M.Si., yang juga hadir dalam acara penandatanganan, menekankan bahwa infrastruktur kampus akan terus ditingkatkan untuk mendukung proses pembelajaran berstandar industri. “Kami akan membangun innovation center di Kampus Kambu yang akan berfungsi sebagai pusat kolaborasi antara civitas akademika dan industri. Fasilitas ini akan dilengkapi dengan peralatan modern yang sejalan dengan standar industri,” ungkap Sarjito.
Dampak bagi Mahasiswa dan Kurikulum
Manfaat dari kerjasama strategis ini sangat relevan bagi mahasiswa Universitas Muhammadiyah Kendari. Pertama, mahasiswa akan memiliki akses lebih luas untuk melakukan magang di perusahaan-perusahaan terkemuka tanpa perlu melewati proses rekrutmen yang rumit. Kedua, pengalaman praktis yang diperoleh akan langsung meningkatkan employability mereka di pasar kerja.
Ketiga, adanya program mentoring dari praktisi industri akan memperkaya perspektif mahasiswa tentang realitas dunia kerja. Keempat, mahasiswa berkesempatan untuk mendapatkan sertifikasi dan skill badge yang diakui industri, sehingga meningkatkan kredibilitas resume mereka.
Dari sisi kurikulum, pihak kampus juga berkomitmen untuk melakukan review dan penyesuaian berkala sesuai masukan dari mitra industri. “Kami akan membentuk curriculum advisory board yang anggotanya terdiri dari perwakilan industri, akademisi, dan alumni. Board ini akan bertemu minimal dua kali setahun untuk mengevaluasi relevansi kurikulum dan memberikan rekomendasi perbaikan,” jelas Dr. Bambang Suryanto.
Seorang mahasiswa semester enam Prodi Teknik Sipil, Alfian Rizki Pratama, mengekspresikan kegembiraan atas adanya kerjasama ini. “Saya sudah menunggu kesempatan untuk magang di perusahaan besar seperti PT. Sulawesi Mining Consortium. Sebelumnya saya cemas bagaimana cara mencari perusahaan yang cocok, tetapi sekarang dengan adanya kerjasama institusional ini, prosesnya menjadi lebih terstruktur dan transparan,” katanya.
Mahasiswa lain, Nadia Putri Handayani dari Prodi Manajemen, juga menanggapi positif program kerjasama dengan BPD Sulawesi Tenggara. “Saya tertarik untuk mengikuti program magang di departemen digital banking mereka. Menurut saya, fintech dan digital payment adalah masa depan industri keuangan, dan saya ingin mendalami bidang ini lebih serius,” ujar Nadia.
Rencana Pengembangan Jangka Panjang
Universitas Muhammadiyah Kendari tidak berhenti pada penandatanganan MoU saja. Dalam jangka panjang, institusi ini merencanakan beberapa inisiatif tambahan untuk memperkuat ekosistem kerjasama industri. Salah satunya adalah pembentukan industry cluster forum yang akan memfasilitasi dialog berkelanjutan antara akademisi dan pemangku kepentingan industri.
“Kami juga sedang mengembangkan scholarship program khusus yang didanai bersama oleh universitas dan mitra industri. Program ini akan memberikan kesempatan kepada mahasiswa kurang mampu tetapi berprestasi untuk mendapatkan beasiswa penuh dan sekaligus pengalaman magang di perusahaan sponsor,” terang Rektor Bambang Suryanto.
Selain itu, Unmuh Kendari juga berencana untuk mengadakan career expo tahunan di Kampus Kambu yang akan menghadirkan puluhan perusahaan dan ribuan mahasiswa. Event ini diharapkan dapat menjadi wadah efektif untuk networking dan rekrutmen lulusan.
Penutup
Penandatanganan MoU antara Universitas Muhammadiyah Kendari dengan lima perusahaan mitra pada 23 April 2026 menandai milestone penting dalam upaya universitas untuk meningkatkan relevansi pendidikan dengan kebutuhan industri. Kerjasama ini bukan hanya sekadar dokumen formal, tetapi merupakan komitmen nyata untuk menciptakan ekosistem pendidikan yang lebih dinamis, inklusif, dan berorientasi pada penciptaan nilai tambah bagi mahasiswa, kampus, dan industri.
Dengan adanya bridge yang lebih kuat antara dunia akademik dan industri, diharapkan lulusan Universitas Muhammadiyah Kendari dapat lebih siap menghadapi tantangan pasar kerja yang kompetitif. Secara lebih luas, kerjasama ini juga merupakan kontribusi nyata universitas dalam mendukung pembangunan ekonomi berkelanjutan di wilayah Sulawesi Tenggara.
Perjalanan kerjasama ini baru dimulai, dan kesuksesan jangka panjangnya akan sangat tergantung pada komitmen konsisten dari semua pihak—kampus, industri, mahasiswa, dan stakeholder terkait—untuk terus berinovasi dan beradaptasi dengan perkembangan zaman.