KENDARI – Universitas Muhammadiyah Kendari, khususnya Kampus Kambu, kembali membuktikan dedikasi dan komitmennya dalam menghasilkan luaran akademik berkualitas tinggi. Prestasi gemilang diraih oleh mahasiswa Program Studi Teknik Informatika, Fauzan Maulana Ridho (20 tahun) dan Siti Nurhaliza (21 tahun), yang berhasil merebut posisi juara pertama dalam Kompetisi Inovasi Teknologi Nasional (KITN) 2026 yang diselenggarakan oleh Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi di Jakarta pada Senin, 14 April 2026 lalu.
Pencapaian gemilang ini menandai momentum penting bagi Universitas Muhammadiyah Kendari dalam kontribusinya terhadap pengembangan teknologi dan inovasi nasional. Kedua mahasiswa berprestasi tersebut mengalahkan lebih dari 200 tim dari universitas-universitas terkemuka di seluruh Indonesia dengan menghadirkan inovasi aplikasi berbasis kecerdasan buatan yang dirancang untuk meningkatkan efisiensi pertanian berkelanjutan di daerah-daerah tertinggal.
Inovasi yang diberi nama “AgriBright” ini merupakan hasil dari dedikasi, kerja keras, dan pembimbingan intensif dari dosen-dosen berkompeten di Unismuh Kendari. Platform aplikasi berbasis mobile dan web tersebut mampu memberikan rekomendasi real-time kepada petani mengenai waktu optimal untuk menanam, irigasi, dan panen berdasarkan data cuaca lokal, kondisi tanah, dan tren pasar produk pertanian.
Perjalanan Menuju Puncak Prestasi
Perjalanan Fauzan dan Siti menuju penghargaan nasional bukanlah sekadar kebetulan, melainkan hasil dari proses pembelajaran yang terstruktur dan dukungan ekosistem akademik yang solid. Kedua mahasiswa ini mulai mengembangkan konsep AgriBright sejak semester ketiga mereka, terinspirasi oleh kondisi masyarakat petani di Sulawesi Tenggara yang masih menghadapi tantangan signifikan dalam hal akses informasi pertanian modern.
“Kami melihat bahwa banyak petani di daerah kami yang masih menggunakan metode tradisional dan sering mengalami kerugian akibat ketidaksesuaian waktu tanam dengan musim atau kualitas tanah. Itulah yang mendorong kami untuk menciptakan solusi teknologi yang accessible dan affordable,” tutur Fauzan Maulana Ridho dalam wawancara eksklusif di Kampus Kambu, Rabu, 17 April 2026.
Siti Nurhaliza menambahkan bahwa proses pengembangan aplikasi mereka melibatkan riset lapangan yang mendalam. “Kami melakukan survei ke lebih dari 30 kelompok tani di Kabupaten Konawe dan sekitarnya untuk memahami kebutuhan spesifik mereka. Kami ingin memastikan bahwa teknologi yang kami ciptakan benar-benar dapat diterapkan dan memberikan manfaat nyata,” jelasnya dengan penuh percaya diri.
Aplikasi AgriBright dilengkapi dengan fitur-fitur canggih seperti prediksi cuaca berbasis machine learning, analisis kualitas tanah melalui teknologi IoT sensors, rekomendasi jenis tanaman yang optimal, sistem notifikasi pintar untuk perawatan tanaman, dan integrasi dengan platform pasar digital untuk membantu petani menjual hasil panen dengan harga terbaik.
Dukungan Institusional yang Solid
Kesuksesan Fauzan dan Siti tidak terlepas dari dukungan penuh dari institusi Universitas Muhammadiyah Kendari. Pembimbing akademik mereka, Dr. Endra Wijaya, M.Sc., Dosen Senior Program Studi Teknik Informatika, telah memberikan bimbingan intensif selama lebih dari delapan bulan.
“Fauzan dan Siti adalah mahasiswa yang memiliki passion luar biasa terhadap pengembangan teknologi yang bermanfaat bagi masyarakat. Mereka tidak hanya fokus pada aspek teknis programming, tetapi juga mempertimbangkan aspek keberlanjutan sosial dan ekonomi. Itulah yang membedakan mereka,” ungkap Dr. Endra Wijaya ketika dihubungi melalui telepon pada hari Kamis, 16 April 2026.
Selain dukungan akademik, Universitas Muhammadiyah Kendari juga menyediakan fasilitas laboratorium dan funding untuk pengembangan prototype. Kepala Program Studi Teknik Informatika, Prof. Dr. Hendra Susanto, M.T., menyatakan bahwa pencapaian ini sejalan dengan visi kampus dalam mengembangkan inovasi yang berdampak sosial.
“Universitas Muhammadiyah Kendari berkomitmen untuk menjadi lembaga pendidikan yang tidak hanya menghasilkan lulusan berkompeten, tetapi juga inovator-inovator yang dapat berkontribusi positif terhadap pembangunan Indonesia. Prestasi Fauzan dan Siti adalah bukti nyata dari komitmen ini,” ujar Prof. Hendra Susanto dalam pernyataan resmi yang diterima redaksi pada Selasa, 15 April 2026.
Kompetisi Sengit di Tingkat Nasional
KITN 2026 merupakan kompetisi prestisius yang diikuti oleh mahasiswa dari universitas-universitas top Indonesia seperti Institut Teknologi Bandung (ITB), Universitas Indonesia (UI), Universitas Gadjah Mada (UGM), dan Universitas Binus. Kompetisi ini mengukur tiga aspek utama: inovasi teknologi, implementasi praktis, dan dampak sosial.
Dalam ajang seleksi yang berlangsung dua hari ini, tim AgriBright dari Unismuh Kendari harus melalui serangkaian tahap, mulai dari presentasi konsep, demo produk langsung, hingga sesi tanya jawab dengan panel juri yang terdiri dari para ahli teknologi, entrepreneur sukses, dan pejabat pemerintah.
“Saat kami naik ke panggung untuk presentasi, kami sangat gugup. Tapi ketika berbicara mengenai solusi yang kami tawarkan dan dampaknya bagi petani, rasa gugup itu hilang. Kami yakin bahwa apa yang kami ciptakan benar-benar membawa manfaat,” cerita Siti Nurhaliza dengan senyum lebar.
Ketua juri kompetisi, Dr. Bambang Sutrisno, Ph.D., seorang pakar teknologi dari Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), memberikan apresiasi tinggi terhadap karya kedua mahasiswa dari Kendari ini.
“AgriBright menunjukkan pemahaman mendalam tentang problem yang dihadapi petani Indonesia. Teknologi yang dikembangkan tidak hanya canggih, tetapi juga practical dan cost-effective. Inilah jenis inovasi yang sesungguhnya kita butuhkan untuk meningkatkan ketahanan pangan nasional,” kata Dr. Bambang Sutrisno dalam remarks-nya pada acara penutupan KITN 2026.
Dampak Bagi Ekosistem Akademik Kendari
Prestasi yang diraih Fauzan dan Siti memberikan dampak positif yang signifikan bagi ekosistem akademik di Universitas Muhammadiyah Kendari secara keseluruhan. Rektor Universitas Muhammadiyah Kendari, Prof. Dr. Moh. Anwar, M.Si., mengungkapkan bahwa pencapaian ini akan menjadi momentum untuk memperkuat komitmen kampus terhadap research dan innovation.
“Kemenangan di tingkat nasional ini membuktikan bahwa universitas kami memiliki sumber daya manusia dan fasilitas yang cukup untuk bersaing dengan universitas-universitas besar lainnya. Kami akan terus mengalokasikan resources untuk mendukung mahasiswa dan dosen dalam mengembangkan penelitian dan inovasi yang berdampak,” tutur Prof. Dr. Moh. Anwar dalam konferensi pers yang diselenggarakan di Aula Utama Kampus Kambu pada Rabu, 16 April 2026.
Rencana strategis universitas ke depan mencakup peningkatan funding untuk research mahasiswa, kerjasama dengan institusi dan perusahaan teknologi terkemuka, serta pembentukan innovation hub yang akan menjadi tempat berkumpulnya inovator-inovator muda dari berbagai program studi.
Rencana Komersial dan Keberlanjutan
Tidak hanya meraih penghargaan, Fauzan dan Siti juga telah memulai langkah konkret untuk mengkomersialkan aplikasi AgriBright mereka. Mereka telah mendapatkan pendanaan seed funding sebesar Rp 500 juta dari sebuah venture capital lokal yang fokus pada teknologi pertanian.
“Kami berencana untuk melakukan pilot project di tiga kabupaten di Sulawesi Tenggara dalam enam bulan ke depan. Tujuan kami adalah untuk memvalidasi product-market fit dan memperbaiki fitur-fitur berdasarkan feedback dari pengguna sesungguhnya,” ungkap Fauzan dengan antusiasme tinggi.
Sementara itu, Universitas Muhammadiyah Kendari juga sedang mempersiapkan incubation program khusus untuk mendukung mahasiswa-mahasiswa lain yang memiliki ide-ide inovatif serupa. Program ini akan memberikan mentorship, akses ke fasilitas, dan networking opportunities untuk mengembangkan startup mereka.
Inspirasi bagi Mahasiswa Lain
Pencapaian Fauzan dan Siti juga menjadi inspirasi bagi mahasiswa-mahasiswa lain di Universitas Muhammadiyah Kendari. Banyak mahasiswa yang menyatakan keinginan mereka untuk terlibat dalam research dan innovation activities setelah mendengar berita tentang kemenangan mereka.
Dekan Fakultas Teknik, Dr. Suryadi, M.Eng., melihat ini sebagai momentum yang sangat positif untuk mendorong budaya inovasi di kalangan mahasiswa. “Prestasi mereka menunjukkan bahwa lokasi geografis bukanlah hambatan untuk mencapai puncak. Seorang mahasiswa dari Kendari bisa bersaing dengan mahasiswa dari Jakarta atau Bandung. Ini yang perlu dijadikan motivasi bagi semua mahasiswa kami,” katanya.
Penutup: Langkah Maju untuk Indonesia
Prestasi gemilang yang diraih oleh Fauzan Maulana Ridho dan Siti Nurhaliza dari Universitas Muhammadiyah Kendari bukan hanya tentang penghargaan atau trophy yang mereka bawa pulang. Lebih dari itu, ini adalah bukti nyata bahwa generasi muda Indonesia memiliki potensi besar untuk menciptakan inovasi yang dapat mengubah kehidupan masyarakat, khususnya di sektor pertanian yang menjadi fondasi perekonomian nasional.
Dengan aplikasi AgriBright yang mereka kembangkan, Fauzan dan Siti telah menunjukkan bahwa teknologi dapat menjadi jembatan antara pengetahuan modern dan kebijaksanaan tradisional, antara kota dan desa, serta antara perusahaan besar dan petani kecil. Ini adalah spirit yang sangat diperlukan dalam pembangunan Indonesia yang inklusif dan berkelanjutan.
Universitas Muhammadiyah Kendari, melalui dukungan yang diberikan kepada mahasiswa-mahasiswa berprestasi seperti Fauzan dan Siti, telah membuktikan perannya bukan sekadar sebagai institusi pendidikan, tetapi sebagai pusat inovasi dan pemberdayaan masyarakat. Semoga prestasi ini menjadi awal dari serangkaian pencapaian gemilang lainnya dari Universitas Muhammadiyah Kendari di tingkat nasional dan internasional.
Artikel ini dipublikasikan pada 17 April 2026